Di hari itu, aku baru saja ingin melakukan kunjungan rumah. Rencananya ingin memberi materi matematika agar paham. Tetapi pagi harinya betapa terkejutnya diriku. Bagaikan petir di pagi hari, aku mendapat kabar kakak ipar meninggal. Aku mendapati berita itu ketika suamiku menangis di dapur. Tidak biasa ia seperti itu.
Kakaku adalah kaka yang baik. Ia selalu membantu saudaranya yang mendapatkan masalah. Ia juga menjadi contoh bagi adik-adiknya. ia juga ayah yang baik. Semangatnya begitu tinggi dalam hal apapun.
Ternyata Allah lebih sayang dirimu. Engkau telah dipanggilnya. Aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya ayah dan ibu. hari itu kami kemudian menuju rumah ayah dann ibu. dan betul apa yang kami sangka. Kami tak pernah mendapatii ayah dan ibu sesedih hari itu. Tangisnya tak bisa terhindarkan. Kami juga ikut dalam kesedihan.
Terbayang oleh kami satu bulan yang lalu beliau pulang dalam keadaan sehat walafiat. Sebelumnya juga tidak ada keluhan apapu. Tiba-tiba hanya dirawat 4 hari terus tidak ada. Sungguh tak terbayangkan. Maafkan aku muridku dengan keadaan seperti itu aku tidak sanggup untuk melakukan kegiatan yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar