Kamis, 26 Oktober 2017

Mengatasi Hambatan dalam Menulis



Ada beberapa hal yang menyebabkan saya belum aploud tulisan di grup dosen menulis. Pertama karena malu karena saya guru bukan dosen. Kedua saya masih malu dengan tulisan saya. Bahkan saya pernah aploud tulisan di grup telegram tapi saya hapus lagi karena kurang PD sebab ada penulisan nama yang salah. Sebenarnya hampir setiap hari saya sudah menulis, tetapi ada beberapa yang belum saya aploud.  Setelah mendapat materi tadi malam dari Bapak Dr. Ngainun Naim yang baru saya terima tadi pagi karena kendala sinyal, maka saya berusaha menghilangkan beberapa kendala penulis yang saya alami. Lalu apa yang saya lakukan? 
1.      Jangan malu
Seperti yang saya sampaikan tadi, saya begitu malu aploud tulisan saya. Sebenarnya itu bisa disiasati  dengan berusaha menghilangkannya. Kenapa mesti malu? Tidak berbuat salah kok malu. Yang namanya malu akan menghambat orang untuk maju. Dulu saya menulis dan mengirim ke media seperti majalah karena banyak orang yang tidak tahu saya mengirim ke redaksi majalah tersebut. Tahu-tahu ada nama saya di majalah itu. Namun kali ini terkadang sering  mendapat tugas untuk aploud tulisan jadi mau tidak mau sebagai guru saya harus memberi contoh mengerjakan tugas. Harapannya semoga bisa menjadi budaya terus menulis tidak hanya sekedar kumpul tugas. 
2.      Paksakan
Mungkin itu yang harus dilakukan ketika ada kendala dalam niat ingin menulis. Saya terkadang masih menulis dengan modal mood. Tapi saya sadar menulis itu harus dibiasakan. Membiasakan menulis setiap hari akan memudahkan menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Paksakan juga aploud tulisan. 
3.       Buat kerangka
Ini  yang saya lakukan sebelum menulis agar ide tidak hilang. Sebelum membuat tulisan kita buat kerangka dulu sehingga akan lebih mudah untuk memberikan penjelasan. Tips ini sebelumnya pernah saya peroleh ketika mengikuti sebuah seleksi kepenulisan. Karena terkadang kita bingung mau nulis yang mana dulu. Maka dengan membuat kerangka akan memudahkan untuk menulis agar tidak ada yang terlewat. 
4.       Berkumpul dengan orang yang saling mendukung dalam menulis
Hal ini sangat saya rasakan besar manfaatnya. Misalnya di Fb saya banyak berteman dengan para penulis. Hal ini akan menambah semangat kita dalam menulis. Selain kita lebih bersemangat dalam menulis, kita juga dapat mengikuti seleksi kepenulisan yang beliau lakukan. Dan ini yang membuat saya lebih percaya diri karena kedua tulisan saya akan terbit di penerbit mayor meskipun dalam bentuk antologi dan masih proses editing.
# Guru menulis
#Dosen Menulis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar