Ada beberapa
hal yang menyebabkan saya belum aploud tulisan di grup dosen menulis. Pertama
karena malu karena saya guru bukan dosen. Kedua saya masih malu dengan tulisan
saya. Bahkan saya pernah aploud tulisan di grup telegram tapi saya hapus lagi
karena kurang PD sebab ada penulisan nama yang salah. Sebenarnya hampir setiap
hari saya sudah menulis, tetapi ada beberapa yang belum saya aploud. Setelah mendapat materi tadi malam dari Bapak
Dr. Ngainun Naim yang baru saya terima tadi pagi karena kendala sinyal, maka
saya berusaha menghilangkan beberapa kendala penulis yang saya alami. Lalu apa
yang saya lakukan?
1. Jangan malu
1. Jangan malu
Seperti
yang saya sampaikan tadi, saya begitu malu aploud tulisan saya. Sebenarnya itu
bisa disiasati dengan berusaha menghilangkannya.
Kenapa mesti malu? Tidak berbuat salah kok malu. Yang namanya malu akan
menghambat orang untuk maju. Dulu saya menulis dan mengirim ke media seperti
majalah karena banyak orang yang tidak tahu saya mengirim ke redaksi majalah
tersebut. Tahu-tahu ada nama saya di majalah itu. Namun kali ini terkadang
sering mendapat tugas untuk aploud
tulisan jadi mau tidak mau sebagai guru saya harus memberi contoh mengerjakan
tugas. Harapannya semoga bisa menjadi budaya terus menulis tidak hanya sekedar
kumpul tugas.
2. Paksakan
2. Paksakan
Mungkin
itu yang harus dilakukan ketika ada kendala dalam niat ingin menulis. Saya
terkadang masih menulis dengan modal mood. Tapi saya sadar menulis itu harus
dibiasakan. Membiasakan menulis setiap hari akan memudahkan menuangkan isi
pikiran dalam bentuk tulisan. Paksakan juga aploud tulisan.
3. Buat kerangka
3. Buat kerangka
Ini yang saya lakukan sebelum menulis agar ide
tidak hilang. Sebelum membuat tulisan kita buat kerangka dulu sehingga akan lebih
mudah untuk memberikan penjelasan. Tips ini sebelumnya pernah saya peroleh
ketika mengikuti sebuah seleksi kepenulisan. Karena terkadang kita bingung mau
nulis yang mana dulu. Maka dengan membuat kerangka akan memudahkan untuk
menulis agar tidak ada yang terlewat.
4. Berkumpul dengan orang yang saling mendukung dalam menulis
4. Berkumpul dengan orang yang saling mendukung dalam menulis
Hal
ini sangat saya rasakan besar manfaatnya. Misalnya di Fb saya banyak berteman
dengan para penulis. Hal ini akan menambah semangat kita dalam menulis. Selain
kita lebih bersemangat dalam menulis, kita juga dapat mengikuti seleksi
kepenulisan yang beliau lakukan. Dan ini yang membuat saya lebih percaya diri
karena kedua tulisan saya akan terbit di penerbit mayor meskipun dalam bentuk
antologi dan masih proses editing.
#
Guru menulis
#Dosen
Menulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar