Minggu, 22 Oktober 2017

Pentingnya Guru Menulis



Sebuah karya ilmiah sangat terkait dengan komitmen bukan pada kompetensi. Komitmen untuk tetap menulis. Hal ini terutama untuk guru dan dosen.  Sebaiknya guru dan dosen mengalokasikan waktu untuk menulis. Menulis itu persoalan hati yakni berkaitan dengan semangat. Guru merupakan profesi akademik yang sangat berhubungan dengan tulisan. Marwah guru salah satunya pada karyanya.
Kenapa guru harus menulis? Karena guru yang paling terkait dengan pembentukan karakter/proses belajar mengajar. Guru mempunyai pengalaman murni  atau otentik dan terus menerus. Dari guru mengajar, sangat dimungkinkan ada mutiara yang sangat bernilai yang hanya diketahui oleh guru. Jika tidak dituliskan bisa jadi itu menjadi hal yang sia-sia, sehingga pemanfaaatannya tidak maksimal.
Guru pantas menjadi informasi primer dalam hal berbicara tentang pendidikan.  Pengalaman guru yang menarik/dialami jika dibagikan bisa menjadi rujukan yang bagus.
Biasanya guru belum menulis karena tidak PD, mungkin karena berfikir tulisan tidak bagus dsb (seperti saya mungkin hihi).
Wibawa guru juga ditentukan oleh refleksi lewat tulisan. Jika guru ingin terhormat/meningkatkan status sosial harus menunjukkan aktualisasi diri terhadap pengalamannya. Guru memang punya kepuasan tersendiri jika anak didiknya sukses, tapi itu hanya untuk dirinya. Jika menulis, maka akan lebih bermanfaat buat orang lain.
Guru merupakan jabatan yang paling terhormat di Finlandia. Misalnya ada orang ditanya ingin suami/istri apa? Jawab mereka adalah guru. Di Finlandia menjadi guru itu tidak mudah. Menjadi guru biasanya anak yang mendapat prestasi di sekolahnya. Mungkin itulah mengapa guru disana lebih dihormati.
Seorang guru harus menulis agar  lebih memberikan manfaat.
(Sebagian dari pemaparan Bapak Dirjen yakni Bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, M.A. dalam acara  diklat)
# Guru menulis
 #Dosen menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar