Hari
Senin tanggal satu Januari kami bepergian bersama satu keluarga. Awalnya
kami hanya ingin ke Taman Pasty.
Namu karena rengekan si kecil dengan please-pleasenya, suami mengubah tujuan
menjadi ke Merapi Park. Sebelumnya hanya anak pertama kami yang pernah ke sana
karena sekolah yang mengadakan wisata ke sana.
Kami
mencari lokasi Merapi Park dengan google
map. Jalan yang kami lalui lumayan
sepi. Tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya karena hari itu tahun baru
pastilah ramai. Baru kurang lebih sekitar
kurang 1 kilo meter dari lokasi, jalanan sangat padat merayap sehingga
macet. Di depan kami kebetulan ada mobil
yang mengalami masalah. Setelah berhenti, untuk maju lagi terasa sulit. Namun
berkat keliahaian suami mengendarai mobil, kami bisa mendahului mobil yang bermasalah tersebut meskipun jalan
macet.
Kami
sampai di lokasi, ternyata parkiran penuh dengan mobil. Kami berusaha mencari
tempat parkir mobil sendiri karena tidak ada tukang parkir. Awalnya kami ingin
parkir di dekat mobil sedan merah karena
tempatnya agak mudah dijangkau. Namun saat kami mau parkir di ditu, ternyata
ada mobil yang keluar dari parkir sehingga kami dapat menggantinya.
Kami berwisata dengan senang. Meski toilet
terbatas dan sebagian baru dibangun lagi toiletnya kami bisa leluasa main di
sana. Berfoto ria di sana. Di samping taman itu juga ada tempat bermain anak
yang isinya patng berbagai binatang dan
tokoh kartun.
Setelah
kami puas dan hari juga sudah agak sore
serta akan hujan, kami segera pulang. Waktu menuju parkir kendaraan juga sangat
padat. Sampai di parkiran kami heran
karena ada banyak orang berkerumun dan di situ ada asab. Kami hanya berpikir
bahwa itu hanya membakar sampah saja. Namun setelah kami sampai kami kaget ternyata
ada kebakaran mobil.
Mobil
yang terbakar adalah mobil sedan merah yang berada tepat di depan mobil kami.
Ada orang yang bilang pada suami bahwa mobil kami didorong agak menjauh oleh
banyak orang agar tidak terlalu dekat dengan mobil yang terbakar itu.
Dari
kejadian itu kami sadar bahwa ternyata
kami benar-benar mendapat pertolongan Allah dengan mengirim orang-orang yang
mendorong mobil kami. Kami sama sekali tidak tahu sebelumnya atas kejadian
tersebut. Kami tahu setelah ingin pulang.
Mengapa
kami merasa hari itu kami mendapat pertolongan Allah? Karena sebelumnya kami
berniat parkir tepat di samping mobil yang terbakar itu, namun di saat yang
sama, ada mobil yang keluar dari tempat parkirnya sehingga kami bisa menempati
tempat parkir yang agak jauh dari mobil itu meskipun tetap dekat.
Tak
henti-hentinya kami bersyukur pada Allah. Kami juga berterima kasih atas
pertolongan orang-orang yang telah menolong mendorong mobil kami. Meski kami
tidak tahu siapa orangnya semoga Allah memberi balasan yang berlipat ganda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar