Jumat, 19 Januari 2018

Pertolongan Allah



Hari Senin tanggal satu Januari kami bepergian bersama satu keluarga. Awalnya kami  hanya ingin ke Taman Pasty. Namu  karena rengekan si kecil dengan please-pleasenya, suami mengubah tujuan menjadi ke Merapi Park. Sebelumnya hanya anak pertama kami yang pernah ke sana karena sekolah yang mengadakan wisata ke sana.
Kami mencari lokasi Merapi Park dengan google map. Jalan yang kami lalui lumayan sepi. Tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya karena hari itu tahun baru pastilah ramai. Baru kurang lebih  sekitar kurang 1 kilo meter dari lokasi, jalanan sangat padat merayap sehingga macet.  Di depan kami kebetulan ada mobil yang mengalami masalah. Setelah berhenti, untuk maju lagi terasa sulit. Namun berkat keliahaian suami mengendarai mobil, kami bisa mendahului  mobil yang bermasalah tersebut meskipun jalan macet.
Kami sampai di lokasi, ternyata parkiran penuh dengan mobil. Kami berusaha mencari tempat parkir mobil sendiri karena tidak ada tukang parkir. Awalnya kami ingin parkir di  dekat mobil sedan merah karena tempatnya agak mudah dijangkau. Namun saat kami mau parkir di ditu, ternyata ada mobil yang keluar dari parkir sehingga kami dapat menggantinya.
 Kami berwisata dengan senang. Meski toilet terbatas dan sebagian baru dibangun lagi toiletnya kami bisa leluasa main di sana. Berfoto ria di sana. Di samping taman itu juga ada tempat bermain anak yang  isinya patng berbagai binatang dan tokoh kartun.
Setelah kami  puas dan hari juga sudah agak sore serta akan hujan, kami segera pulang. Waktu menuju parkir kendaraan juga sangat padat.  Sampai di parkiran kami heran karena ada banyak orang berkerumun dan di situ ada asab. Kami hanya berpikir bahwa itu hanya membakar sampah saja. Namun setelah kami sampai kami kaget ternyata ada kebakaran mobil.
Mobil yang terbakar adalah mobil sedan merah yang berada tepat di depan mobil kami. Ada orang yang bilang pada suami bahwa mobil kami didorong agak menjauh oleh banyak orang agar tidak terlalu dekat dengan mobil yang terbakar itu.
Dari kejadian itu kami sadar bahwa  ternyata kami benar-benar mendapat pertolongan Allah dengan mengirim orang-orang yang mendorong mobil kami. Kami sama sekali tidak tahu sebelumnya atas kejadian tersebut. Kami tahu setelah ingin pulang.
Mengapa kami merasa hari itu kami mendapat pertolongan Allah? Karena sebelumnya kami berniat parkir tepat di samping mobil yang terbakar itu, namun di saat yang sama, ada mobil yang keluar dari tempat parkirnya sehingga kami bisa menempati tempat parkir yang agak jauh dari mobil itu meskipun tetap dekat.
Tak henti-hentinya kami bersyukur pada Allah. Kami juga berterima kasih atas pertolongan orang-orang yang telah menolong mendorong mobil kami. Meski kami tidak tahu siapa orangnya semoga Allah memberi balasan yang berlipat ganda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar