Pertama
kali jualan buku itu rasanya gimana gitu. Malu lah dan gimana ya? Takut dan khawatir
nanti laku ga ya? Gitu. Tapi setelah
dicoba ternyata bisa. Meski dengan berlatih percaya diri, akhirnya beranikan
diri mencoba. Alhamdulillah akhirnya dapat respon positif, maklum sih sudah
tahu ilmunya tentng target market.
Ini
adalah pengalamanku julan buku yang diterbitkan secara indie. Pertama aku hanya
mencetak sedikit. Sekitar 25. Ternyata habis terjual dan dipesan dalam hari
pertama aku jualan. Karena bukuku tentang siap USBN SD/MI, maka aku tawarkan
buku itu ke siswa dan guru. Selain itu aku tawarkan lewat Fb. Di hari berikutnya
aku pesan lagi 10 dan habis. Alhamdulillah. Akhirnya aku pesan lagi.
Meski
semua sudah laku dan dipesan, sebagai penjual aku juga harus memberikan layanan
yang prima, diantaranya dengan mengantarkan buku yang telah mereka pesan. Ada
berbagai cerita yang kualami saat menjual buku.
Di
hari pertama, aku mengantarkan buku itu kepada guru yang sudah memesan.
Kebetulan guru tersebut memesan tidak
hanya satu. Ternyata sungguh di luar dugaan, aku diminta nota karena untuk
laporan BOS. Ternyata apa yang kualami selama ini harus teliti dalam
pengeluaran untuk sekolah juga dilakukan orang lain. Dan aku sungguh salut,
beliau mempersiapkan itu sejak pertama kali transaksi. Ini adalah pelajaran
buatku. Pelajaran untuk menirunya dalam hal keuangan.
Aku
yang belum terbiasa berkomunikasi juga dengan guru-guru yang lain pun, juga
harus belajar berkomnikasi dengan baik sebagai seorang penjual. Bersikap sopan,
sabar, dan menunjukkan sikap belajar. Setelah beliau minta bukti, saya akhirnya
keluar mencari nota dengan membelinya di toko. Alhamdulillah akhirnya satu
masalah teratasi.
Jangan
takut masalah, karena dengan masalah kita jadi belajar. Selain itu dengan
masalah kita akan semakin pandai.
Selanjutnya
aku juga mengantar buku ke sekolah yang lain. Tak disangka aku bisa ketemu
dengan istri teman suami. Jadi suami guru tersebut adalah teman suami
sekantornya.
Untuk
selanjutnya aku mengantar ke guru yang lain lagi. Kali ini beda. Ia menyambutku dengan semangat. Dia mungkin juga merasakan
kebahagiaanku dapat menerbitkan buku. Di sekolah tersebut, kebetulan aku sudah banyak mengenal guru-guru di sana. Ada
guru yang merupakan teman kuliah, ada guru TPA dan guru yang namanya hampir
sama dengan aku.
Semua
yang kualami tersebut tentunya tidak akan terjadi jika aku tidak menulis buku.
Dua hari aku disibukkan dengan mengantar buku. Setelah buku diterima ternyata
timbul masalah lain. Ada yang meminta kunci jawaban. Sebenarnya kunci jawaban
sudah ada tapi belum diketik. Akhirnya aku berusaha mengetik kunci tersebut.
Setalah diprint kemudian aku sebar kunci itu kepada yang membeli buku melalui
wa.
Sebagian
buku telah didistribusikan. Aku kemudian juga menyuruh siswaku mengerjakan buku
yang telah kubuat untuk siswaku itu. Betapa kagetnya aku karena kuci yang
kutulis tidak sesuai bahkan kunci itu sudah kusebar. Betapa malu aku, membuat
buku pertama kali kuncinya keliru. Malam itu aku tak bisa tidur. Apa yang harus
aku lakukan?
Sore
hari di hari berikutnya ku membuat kunci lagi dengan menghitung jawaban dari
soal itu. Ternyata ada beberapa revisi. Ya ampun, mau ditaruh di mana mukaku
ini. Namun aku tidak putus asa. Segera aku buat revisi kunci dan ralat soal dan
kusebar dalam bentuk fotokopi.
Setiap masalah pasti
ada jalan keluar, cobalah berusaha.
Ada
berbagai pelajaran yang dapat kuambil dari kejadian ini. Menyusun soal
matematika itu butuh ketelitian yang sangat. Namun semuanya pasti bisa lebih
baik. Memang awalnya saja aku agak ragu menyusun soal dan buku matematika itu,
tapi akhirnya bisa kan? Mengapa awalnya ragu? Ya, tentu lah menyusun perlu
belajar menulis simbol, diagram, dan sebagainya aku belum paham saat itu.
Tetapi dengan utak atik laptop akhirnya aku bisa.
Bahkan
menyusun diagram lingkaran, diagram batang, yang sebelumnya aku belum bisa
lakukan, akhirnya bisa aku lakukan.
Belajar
itu dengan praktek akan lebih mengena daripada hanya sekedar teori. Pengalaman
adalah guru yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar