Senin, 19 Maret 2018

Asyiknya Jualan Buku




Pertama kali jualan buku itu rasanya gimana gitu. Malu lah dan gimana ya? Takut dan khawatir nanti laku ga ya? Gitu.  Tapi setelah dicoba ternyata bisa. Meski dengan berlatih percaya diri, akhirnya beranikan diri mencoba. Alhamdulillah akhirnya dapat respon positif, maklum sih sudah tahu ilmunya tentng target market.
Ini adalah pengalamanku julan buku yang diterbitkan secara indie. Pertama aku hanya mencetak sedikit. Sekitar 25. Ternyata habis terjual dan dipesan dalam hari pertama aku jualan. Karena bukuku tentang siap USBN SD/MI, maka aku tawarkan buku itu ke siswa dan guru. Selain itu aku tawarkan lewat Fb. Di hari berikutnya aku pesan lagi 10 dan habis. Alhamdulillah. Akhirnya aku pesan lagi.
Meski semua sudah laku dan dipesan, sebagai penjual aku juga harus memberikan layanan yang prima, diantaranya dengan mengantarkan buku yang telah mereka pesan. Ada berbagai cerita yang kualami saat menjual buku.
Di hari pertama, aku mengantarkan buku itu kepada guru yang sudah memesan. Kebetulan guru tersebut  memesan tidak hanya satu. Ternyata sungguh di luar dugaan, aku diminta nota karena untuk laporan BOS. Ternyata apa yang kualami selama ini harus teliti dalam pengeluaran untuk sekolah juga dilakukan orang lain. Dan aku sungguh salut, beliau mempersiapkan itu sejak pertama kali transaksi. Ini adalah pelajaran buatku. Pelajaran untuk menirunya dalam hal keuangan.
Aku yang belum terbiasa berkomunikasi juga dengan guru-guru yang lain pun, juga harus belajar berkomnikasi dengan baik sebagai seorang penjual. Bersikap sopan, sabar, dan menunjukkan sikap belajar. Setelah beliau minta bukti, saya akhirnya keluar mencari nota dengan membelinya di toko. Alhamdulillah akhirnya satu masalah teratasi.
Jangan takut masalah, karena dengan masalah kita jadi belajar. Selain itu dengan masalah kita akan semakin pandai.
Selanjutnya aku juga mengantar buku ke sekolah yang lain. Tak disangka aku bisa ketemu dengan istri teman suami. Jadi suami guru tersebut adalah teman suami sekantornya.
Untuk selanjutnya aku mengantar ke guru yang lain lagi. Kali  ini beda. Ia menyambutku dengan  semangat. Dia mungkin juga merasakan kebahagiaanku dapat menerbitkan buku. Di sekolah tersebut, kebetulan aku  sudah banyak mengenal guru-guru di sana. Ada guru yang merupakan teman kuliah, ada guru TPA dan guru yang namanya hampir sama dengan aku.
Semua yang kualami tersebut tentunya tidak akan terjadi jika aku tidak menulis buku. Dua hari aku disibukkan dengan mengantar buku. Setelah buku diterima ternyata timbul masalah lain. Ada yang meminta kunci jawaban. Sebenarnya kunci jawaban sudah ada tapi belum diketik. Akhirnya aku berusaha mengetik kunci tersebut. Setalah diprint kemudian aku sebar kunci itu kepada yang membeli buku melalui wa.
Sebagian buku telah didistribusikan. Aku kemudian juga menyuruh siswaku mengerjakan buku yang telah kubuat untuk siswaku itu. Betapa kagetnya aku karena kuci yang kutulis tidak sesuai bahkan kunci itu sudah kusebar. Betapa malu aku, membuat buku pertama kali kuncinya keliru. Malam itu aku tak bisa tidur. Apa yang harus aku lakukan?
Sore hari di hari berikutnya ku membuat kunci lagi dengan menghitung jawaban dari soal itu. Ternyata ada beberapa revisi. Ya ampun, mau ditaruh di mana mukaku ini. Namun aku tidak putus asa. Segera aku buat revisi kunci dan ralat soal dan kusebar dalam bentuk fotokopi.
Setiap masalah pasti ada jalan keluar, cobalah berusaha.
Ada berbagai pelajaran yang dapat kuambil dari kejadian ini. Menyusun soal matematika itu butuh ketelitian yang sangat. Namun semuanya pasti bisa lebih baik. Memang awalnya saja aku agak ragu menyusun soal dan buku matematika itu, tapi akhirnya bisa kan? Mengapa awalnya ragu? Ya, tentu lah menyusun perlu belajar menulis simbol, diagram, dan sebagainya aku belum paham saat itu. Tetapi dengan utak atik laptop akhirnya aku bisa.
Bahkan menyusun diagram lingkaran, diagram batang, yang sebelumnya aku belum bisa lakukan, akhirnya bisa aku lakukan.
Belajar itu dengan praktek akan lebih mengena daripada hanya sekedar teori. Pengalaman adalah guru yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar