Senin, 19 Maret 2018

Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah



Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah mencanangkan penerapan pendidikan karakter bagi semua tingkat pendidikan, baik sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Program ini dicanangkan karena selama ini dunia pendidikan dinilai kurang berhasil dalam mengantarkan generasi bangsa menjadi generasi yang bermartabat.
Pendidikan karakter adalah sebuah system yang menanamkan nilai-nilai karakter para peserta didik, yang mengandung komponen-komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad, serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud insan kamil.
Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter, bangsa Indonesia sangat memerlukan SDM (sumber daya manusia) yang besar dan bermutu untuk mendukung terlaksananya program pembangunan yang baik. Dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, yang dapat mendukung tercapainya cita-cita bangsa dalam memiliki SDM yang bermutu.
Sekolah merupakan Kawah Candradimuka bagi anak didik dalam menggapai sesuatu yang dicita-citakan. Pendidikan karakter sangat efektif diterapkan di sekolah. Hal ini mengingat ikatan legalitas formal di lembaga pendidikan formal sangat kuat, yang berbeda dengan pendidikan informal dan nonformal. Sehingga, diperlukan desain khusus dan efektif untuk mengajarkan pendidikan karakter di sekolah.
Walaupun demikian, pendidikan karakter dalam keluarga dan masyarakat juga sangat penting. Agama memberikan perhatian besar terhadap peran orang tua dalam pendidikan karakter anak. Jika orang tua lengah maka anak bisa rusak moralnya. Lingkungan juga berpengaruh besar terhadap karakter anak, karena karakter anak akan menjalar ke temannya. Jika karakter itu positif maka temannya mendapatkan dampak positif. Namun, jika sebaliknya maka teman pergaulannya akan dibawa menuju lubang kehancuran moral yang sulit diobati. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antara keluarga, lingkungan, dan sekolah merupakan  keniscayaan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Ada beberapa tips ,menerapkan pendidikan karakter di madrasah antara lain:
1.      Menghidupkan Sholat Berjamaah.
Beribadah kepada Tuhan mempunyai efek positif bagi perkembangan mental dan kepribadian seseorang. Dengan ibadah, hati menjadi tenang, perilaku terkendali, dan orientasi hidup tertata dengan baik. Dekat dengan Tuhan menyebabkan hidup menjadi visioner, melihat jauh ke depan. Pelakunya tidak hanya memandang kesenangan sesaat (duniawi) dan melupakan hidup di akhirat nanti.
            Shalat jamaah dalam Islam, selain menunjukkan pentingnya kerukunan dan persaudaraan, juga menjadi wahana efektif dalam penyebaran pengetahuan antara ilmuwan dan orang awam. Sehingga terjadi interaksi ilmiah yang  bermanfaat bagi semua orang. Shalat menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan karakter seseorang.
            Dengan adanya shalat berjamaah, pelan-pelan namun pasti, moralitas anak didik akan semakin tertata. Sikap atau perilaku mereka terkendali , serta proses perubahan mental dan karakter terjadi secara bertahap. Pendidikan memang bukan hanya transfer pengetahuan, tapi juga perubahan perilaku sesuai dengan nilai-nilai agung yang diyakini kebenarannya.
2.      Mencium Tangan Guru
Mencium tangan guru merupakan salah satu alternatif  dalam pembinaan moral dan pembentukan karakter anak didik di masa depan. Hal tersebut dikarenakan saat ini banyak siswa dan siswi yang tidak menghormati guru, bahkan berani menantang dan berkelahi dengan guru.
Mencium tangan saat bersalaman merupakan simbol kerendahan hati dan penghormatan seseorang kepada orang yang dihormati dan disegani. Guru merupakan salah satu sumber ilmu sehingga sangat wajar dicium tangannya. Tradisi ini diharapkan ditularkan anak kepada orang tua dan tokoh yang dihormati. Bahkan mencium tangan ternyata cukup efektif untuk menghilangkan kesombongan dan keangkuhan pada diri seseorang. Dalam agama memang ada aturan jika seseorang sudah besar tidak boleh menyentuh wanita yang sudah besar. Artinya, dalam proses cium tangan ini maka ibu guru cukup memberi isyarat dengan tangan, sehingga terhindar dari kontak fisik yang dilarang dalam agama.
3.      Membuat Pesan-Pesan Pendek di Tempat-Tempat Strategis
Di sekolah, diusahakan ada banyak tempat yang bisa ditempelkan kata-kata mutiara dari para tokoh. Tidak perlu tulisan yang banyak. Sedikit saja asalkan mengena akan membekas dalam pikiran, hati, dan sikap anak didik. Kata-kata mutiara tersebut dibuat dalam bentuk permanen dan ada pula yang temporer. Mungkin, satu minggu, dua minggu, atau satu bulan harus diganti dengan kata-kata yang lain. Dengan demikian, anak didik mendapat  sesuatu yang baru secara terus-menerus sehingga semangat belajar dan berprestasi senantiasa dinamis sepanjang waktu.
4.      Menyediakan Koleksi Buku Akhlak yang Berkualitas
Dalam konteks pendidikan karakter, tersedianya buku bacaan akhlak, moral, etika, dan motivasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Kepala Sekolah bertugas aktif mengembangkan perpustakaan dengan melengkapi koleksi bacaan, fasilitas komputer, internet, serta mengadakan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti bedah buku, lomba menulis, seminar, dan lain sebagainya. Kegiatan ini akan menggugah dan mendorong semangat seseorang untuk membaca, menulis, berdiskusi, dam berkompetisi secara sehat, yang bermanfaat bagi pembangun karakter positif.
5. Menanamkan Keikhlasan
Dunia pendidikan merupakan dunia pengabdian yang suci bagi bangsa dan negara. Tugas utama pendidikan adalah melahirkan kader-kader penerus bangsa yang berkualitas tinggi, baik moralitas, intelektualitas, dan spiritualitasnya. Oleh sebab itu, pragmatisme, oportunisme, dan materialisme tidak boleh dijadikan kiblat dalam dunia pendidikan.  Komersialisasi dan industrialisasi pendidikan akan menghilangkan ruh suci pendidikan yang bertugas mengubah perilaku anak didik sesuai dengan nilai-nilai agung yang diyakini.  Maka keikhlasan, ketulusan, dan kesucian hati sangat penting dalam mengabdi.
6. Membuat Program Praktik Pendidikan Karakter
Masing–masing sekolah hendaknya mempunyai agenda praktik pendidikan karakter. Sehingga, pendidikan tidak berhenti pada tataran teori yang membosankan. Para pengambil kebijakan di sekolah sudah saatnya melakukan terobosan ide dan strategi dalam pembinaan karakter yang berkualitas. Karakter yang menjadi pondasi dalam meraih kesuksesan gemilang di masa depan, masa kompetisi dan tantangan yang berjalan secara ketat, keras, dan penuh resiko.
Hanya orang-orang yang berkarakter kuat, penuh perhitungan, suka tantangan, bermental tidak pernah menyerah sampai titik darah penghabisan, serta mempunyai segudang ide, gagasan, dan solusi, yang akan memenangkan kompetisi tersebut. Sedangkan orang yang bermental lemah akan terlempar dari arena persaingan.
7. Memberikan Reward dan Sanksi
Siswa yang berprestasi perlu diberikan reward dan siswa yang gagal diberikan sanksi. Seoarang siswa dikatakan berprestasi jika ia menunjukkan semangat pantang menyerah, gigih menjalani proses, dan mengedepankan optimisme dalam berjuang. Seorang siswa dikatakan gagal jika ia mudah menyerah, takut tantangan, dan memilih mundur teratur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
Ketujuh tips efektif di atas hanya sebagian kecil yang ditawarkan. Tentunya masih banyak alternatif pemikiran dan dielaborasi lebih jauh agar praktisi sekolah menjadi kaya wawasan, gagasan, dan alternatif  dalam menerapakn pendidikan karakter di sekolah. Ide-ide kreatif, progresif, dan solutif harus terus dilahirkan demi kesuksesan pendidikan karakter, serta demi kebangkitan dan kemajuan bangsa ini di masa depan.

Daftar Pustaka

            Asmani, Jamal Makmur. 2012. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah.. Yogyakarta: Diva Press.
Aunillah, Nurla Isna. 2011. Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah.. Yogyakarta: Laksana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar