Senin, 19 Maret 2018

Peran Kepala Madrasah dalam Pelaksanaan LSBS




Pemerintah selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan dan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk pelatihan tersebut. Sayangnya usaha dari pemerintah ini kurang memberikan dampak yang  signifikan terhadap peningkatan mutu guru.
Ada beberapa alasan mengapa pelatihan belum dapat meningkatkan mutu pendidikan diantaranya hasil  pelatihan hanya menjadi pengetahuan saja, tidak diterapkan pada pembelajaran di kelas atau kalaupun diterapkan hanya sekali, dua kali, dan selanjutnya kembali” seperti dulu lagi, back to basic”. Hal ini disebabkan belum tentu ada monitoring pasca pelatihan, apalagi kalau kepala sekolah tidak pernah menanyakan hasil pelatihan. Selain itu kepala sekolah tidak memfasilitasi forum sharing pengalaman diantara guru-guru. Sebagai contoh pelatihan lesson study untuk madrasah. Meskipun telah dilaksanakan pelatihan dan dimonitoring, ternyata belum banyak madrasah yang melaksanakan lesson study. Lalu bagaimana peran kepala madrasah dalam pelaksanaan lesson study?
Lesson study adalah sebuah kegiatan kolaborasi dengan inisiatif pelaksanaan idealnya datang dari Kepala sekolah bersama guru. Siapa yang melakukan kegiatan tersebut sangatlah tergantung pada tipe lesson study yang dikembangkan. Jika orang-orang yang melakukannya adalah semua guru dari berbagai bidang studi di sekolah serta kepala sekolah maka lesson study tersebut merupakan lesson study berbasis sekolah (LSBS).
Dalam kaitannya dengan berlangsungnya LSBS kepala madrasah sangat memegang peranan penting. Kepala madrasah menjadi penggerak dan motivator terlaksananya lesson study di madrasah. Pada umumnya guru belum bertindak tanpa dikomando terlebih dahulu oleh kepala madrasah. Jika ada guru yang termotivasi sedang guru yang lain kurang motivasinya maka biasanya kepala madrasah sebagai penentu.
Memulai sesuatu yang baru menuju perubahan yang lebih baik membutuhkan usaha yang tidak mudah termasuk dengan melaksanakan lesson study di madrasah. Kepala madrasah sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di madrasah diharapkan dapat menjadi motivator adanya inovasi pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang bermutu diantaranya melalui lesson study.
Lesson study telah menjadi salah satu alternatif  yang dipilih guru-guru di Jepang untuk meningkatkan kualitas keprofesionalan guru yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Walaupun saat ini lesson study belum menjadi tradisi dalam komunitas pendidikan di Indonesia, upaya untuk meningkatkan kualitas guru atau kualitas proses pendidikan  melalui lesson study sudah selayaknya dilakukan.
Lesson study  merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study dapat menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai degan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu; plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksi).
Dalam memulai adanya lesson study, hendaknya kepala madrasah membentuk tim. Namun tentunya tim tersebut tidak hanya berjalan sendiri. Kepala madrasah hendaknya mengawal dengan memberikan dorongan kepada para guru untuk dapat terlaksananya lesson study. Kepala madrasah berperan sebagai koordinator secara keseluruhan berlangsungnya lesson study.
Lesson study dimulai dari tahap perencanaan (plan) yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian tetapi dilakukan bersama, Beberapa guru dapat berkolaborasi untuk memperkaya ide-ide. Perencanaan diawali dari analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Guru secara bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi yang dituangkan dalam rancangan pembelajaran. Dalam pertemuan  ini guru dapat saling berbagi pengalaman dan belajar . Dalam perencanaan ini kepala madrasah sebaiknya mendukung para guru misalnya dengan ungkapan bernada positif, seperti” Bapak dan Ibu pasti bisa!”
Langkah berikutnya dalam lesson study  adalah pelaksanaan (do) untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang dirumuskan dalam perencanaan. Langkah ini bertujuan untuk menguji coba efektifitas model pembelajaran yang telah dirancang. Guru yang lain bertindak sebagai pengamat atau observer. Dalam pelaksanaan ini kepala madrasah terlibat dalam pengamatan  pembelajaran dan memandu kegiatan ini. Kepala madrasah juga harus dapat memastikan bahwa kegiatan lesson study tidak mengganggu tugas guru.
Sebelum pelaksanaan dimulai sebaiknya dilakukan briefing  kepada para pengamat untuk menginformasikan kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Kepala madrasah mengingatkan bahwa selama pembelajaran berlangsung pengamat tidak boleh menganggu kegiatan pembelajaran tetapi mengamati aktifitas siswa selama pembelajaran. Fokus pengamatan ditujukan pada interaksi siswa siswa, siswa bahan ajar, siswa guru, dan siswa lingkungan.
Langkah selanjutnya dalam kegiatan lesson study adalak reflection. Setelah selesai pembelajaran langsung dilakukan diskusi antara  guru dan pengamat oleh moderator. Guru model mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan kesan dalam melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya pengamat diminta untuk menyampaikan komentar dari pembelajaran terutama berkenaan dengan aktifitas siswa. Tentunya kritik dan saran untuk pembelajaran disampaikan secara bijak demi perbaikan pembelajaran. Kepala Madrasah juga perlu memberikan reward meskipun berupa pujian kepada guru model yang telah berusaha dan bersedia untuk menjadi guru model.
Dengan memberikan contoh nyata keterlibatan dalam lesson study kepala madrasah telah menunjukkan bahwa dirinya juga turut terlibat aktif dalam gerakan perubahan. Ini juga menjadikan guru dan siswa lebih mampu dan lebih tergerak ketika diminta untuk melakukan hal-hal baru. Selain itu pelaksanaan lesson study perlu diadakan monitoring dan evaluasi oleh kepala madrasah. Hal ini ditujukan untuk kelanjutan pelaksanan lesson study di masa yang akan datang.
Keberhasilan pelaksanaan lesson study berbasis sekolah yang dilaksanakan di madrasah sangat bergantung  pada peran kepala madrasah. Seorang kepala madrasah, di mana madrasah tersebut dilaksanakan lesson study berbasis sekolah harus dapat berperan sebagai penggerak, motivator, dan koordinator secara keseluruhan. Jadwal sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu tugas guru. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan lesson study juga dilakukan untuk tetap berlangsungnya lesson study.


Daftar Pustaka

            Daryanto, Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta:Gava Media.
Suhadinet.wordpress.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar