Pemerintah
selalu melakukan usaha peningkatan mutu guru melalui pelatihan dan tidak
sedikit dana yang dialokasikan untuk pelatihan tersebut. Sayangnya usaha dari
pemerintah ini kurang memberikan dampak yang
signifikan terhadap peningkatan mutu guru.
Ada beberapa alasan
mengapa pelatihan belum dapat meningkatkan mutu pendidikan diantaranya
hasil pelatihan hanya menjadi
pengetahuan saja, tidak diterapkan pada pembelajaran di kelas atau kalaupun
diterapkan hanya sekali, dua kali, dan selanjutnya kembali” seperti dulu lagi, back to basic”. Hal ini disebabkan belum
tentu ada monitoring pasca pelatihan, apalagi kalau kepala sekolah tidak pernah
menanyakan hasil pelatihan. Selain itu kepala sekolah tidak memfasilitasi forum
sharing pengalaman diantara
guru-guru. Sebagai contoh pelatihan lesson
study untuk madrasah. Meskipun telah dilaksanakan pelatihan dan
dimonitoring, ternyata belum banyak madrasah yang melaksanakan lesson study. Lalu bagaimana peran
kepala madrasah dalam pelaksanaan lesson
study?
Lesson
study
adalah sebuah kegiatan kolaborasi dengan inisiatif pelaksanaan idealnya datang
dari Kepala sekolah bersama guru. Siapa yang melakukan kegiatan tersebut
sangatlah tergantung pada tipe lesson
study yang dikembangkan. Jika orang-orang yang melakukannya adalah semua
guru dari berbagai bidang studi di sekolah serta kepala sekolah maka lesson study tersebut merupakan lesson study berbasis sekolah (LSBS).
Dalam kaitannya
dengan berlangsungnya LSBS kepala madrasah sangat memegang peranan penting.
Kepala madrasah menjadi penggerak dan motivator terlaksananya lesson study di madrasah. Pada umumnya
guru belum bertindak tanpa dikomando terlebih dahulu oleh kepala madrasah. Jika
ada guru yang termotivasi sedang guru yang lain kurang motivasinya maka biasanya
kepala madrasah sebagai penentu.
Memulai sesuatu
yang baru menuju perubahan yang lebih baik membutuhkan usaha yang tidak mudah
termasuk dengan melaksanakan lesson study
di madrasah. Kepala madrasah sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di
madrasah diharapkan dapat menjadi motivator adanya inovasi pendidikan guna
mewujudkan pendidikan yang bermutu diantaranya melalui lesson study.
Lesson
study
telah menjadi salah satu alternatif yang
dipilih guru-guru di Jepang untuk meningkatkan kualitas keprofesionalan guru
yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Walaupun saat ini lesson study belum
menjadi tradisi dalam komunitas pendidikan di Indonesia, upaya untuk
meningkatkan kualitas guru atau kualitas proses pendidikan melalui lesson
study sudah selayaknya dilakukan.
Lesson
study
merupakan suatu model pembinaan profesi
pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan
berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual
learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi
kegiatan lesson study dapat
menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai degan situasi,
kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru. Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu; plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksi).
Dalam memulai
adanya lesson study, hendaknya kepala
madrasah membentuk tim. Namun tentunya tim tersebut tidak hanya berjalan
sendiri. Kepala madrasah hendaknya mengawal dengan memberikan dorongan kepada
para guru untuk dapat terlaksananya lesson
study. Kepala madrasah berperan sebagai koordinator secara keseluruhan
berlangsungnya lesson study.
Lesson
study
dimulai dari tahap perencanaan (plan)
yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan yang baik tidak
dilakukan sendirian tetapi dilakukan bersama, Beberapa guru dapat berkolaborasi
untuk memperkaya ide-ide. Perencanaan diawali dari analisis permasalahan yang
dihadapi dalam pembelajaran. Guru secara bersama-sama mencari solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi yang dituangkan dalam rancangan pembelajaran. Dalam
pertemuan ini guru dapat saling berbagi
pengalaman dan belajar . Dalam perencanaan ini kepala madrasah sebaiknya
mendukung para guru misalnya dengan ungkapan bernada positif, seperti” Bapak
dan Ibu pasti bisa!”
Langkah berikutnya
dalam lesson study adalah pelaksanaan (do) untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang dirumuskan dalam
perencanaan. Langkah ini bertujuan untuk menguji coba efektifitas model
pembelajaran yang telah dirancang. Guru yang lain bertindak sebagai pengamat
atau observer. Dalam pelaksanaan ini kepala madrasah terlibat dalam pengamatan pembelajaran dan memandu kegiatan ini. Kepala
madrasah juga harus dapat memastikan bahwa kegiatan lesson study tidak mengganggu tugas guru.
Sebelum
pelaksanaan dimulai sebaiknya dilakukan briefing kepada para pengamat untuk menginformasikan
kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Kepala madrasah mengingatkan bahwa selama
pembelajaran berlangsung pengamat tidak boleh menganggu kegiatan pembelajaran
tetapi mengamati aktifitas siswa selama pembelajaran. Fokus pengamatan
ditujukan pada interaksi siswa siswa, siswa bahan ajar, siswa guru, dan siswa lingkungan.
Langkah
selanjutnya dalam kegiatan lesson study
adalak reflection. Setelah selesai
pembelajaran langsung dilakukan diskusi antara
guru dan pengamat oleh moderator. Guru model mengawali diskusi dengan
menyampaikan kesan kesan dalam melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya pengamat
diminta untuk menyampaikan komentar dari pembelajaran terutama berkenaan dengan
aktifitas siswa. Tentunya kritik dan saran untuk pembelajaran disampaikan
secara bijak demi perbaikan pembelajaran. Kepala Madrasah juga perlu memberikan
reward meskipun berupa pujian kepada
guru model yang telah berusaha dan bersedia untuk menjadi guru model.
Dengan
memberikan contoh nyata keterlibatan dalam lesson
study kepala madrasah telah menunjukkan bahwa dirinya juga turut terlibat
aktif dalam gerakan perubahan. Ini juga menjadikan guru dan siswa lebih mampu
dan lebih tergerak ketika diminta untuk melakukan hal-hal baru. Selain itu pelaksanaan
lesson study perlu diadakan
monitoring dan evaluasi oleh kepala madrasah. Hal ini ditujukan untuk
kelanjutan pelaksanan lesson study di
masa yang akan datang.
Keberhasilan
pelaksanaan lesson study berbasis
sekolah yang dilaksanakan di madrasah sangat bergantung pada peran kepala madrasah. Seorang kepala madrasah,
di mana madrasah tersebut dilaksanakan lesson
study berbasis sekolah harus dapat berperan sebagai penggerak, motivator,
dan koordinator secara keseluruhan. Jadwal sebaiknya diatur sedemikian rupa
sehingga tidak mengganggu tugas guru. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan lesson study juga dilakukan untuk tetap
berlangsungnya lesson study.
Daftar Pustaka
Daryanto,
Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran
Inovatif. Yogyakarta:Gava Media.
Suhadinet.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar